baguspanduardinata


Ya, ini memang bukan minggu terakhir perkuliahan, tetapi Bu Maria memutuskan untuk mengakhiri perkuliahan efektif di minggu ini karena beliau akan terbang ke Polandia. Tempat yang sepertinya beliau sangat idam-idamkan (beliau sangat excited ketika bercerita jika beliau akan menuju Poland :D )
Materi minggu ini lebih ke secara umum bentuk perkuliahan SM ini.
Sehingga, yang dibahas ya hal yang paling basic.
Hal tersebut adalah..
CIMOSA.
Ya, jujur terakhir saya mengulas CIMOSA adalah pada saat saya masih di semester 1 perkuliahan (Sekarang sudah semester 8) L
Jadi, apakah CIMOSA wahai kau orang-orang yang belum pernah mendengar?
Begini.

CIMOSA (Computer Integrated Manufacturing Open System Architecture), adalah bentuk model bisnis untuk arsitektur sistem terbuka untuk CIM. Tujuan CIMOSA adalah "untuk membantu perusahaan untuk mengelola perubahan dan mengintegrasikan fasilitas mereka dan operasi untuk menghadapi persaingan dunia yang luas keduanya. Ini menyediakan kerangka kerja arsitektur yang konsisten untuk pemodelan perusahaan dan integrasi perusahaan yang diperlukan dalam lingkungan CIM ".
CIMOSA menyediakan solusi untuk integrasi bisnis dengan empat jenis produk:


MMenurut Vernadat (1996) CIMOSA adalah istilah proses bisnis dan memperkenalkan pendekatan berbasis proses terintegrasi model perusahaan berdasarkan pendekatan lintas-batas, yang bertentangan dengan tradisional fungsi atau pendekatan berbasis kegiatan. 
Share
Tweet
Pin
Share
No comments



Ini adalah tulisan Bab II dari judul TA saya yang gagal terbit.


Produk service system atau PSS adalah kombinasi desain produk dan jasa di pasar yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen. PSS juga merupakan solusi yang tidak berbentuk tangible yang disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi dari konsumen. PSS merupakan hasil pemikiran ulang dari value chain sebuah produk sehingga pelanggan mendapatkan kebutuhannya dengan meminimalisir dampak terhadap lingkungan.
PSS telah digunakan untuk menciptakan nilai bagi pelanggan diluar fungsi dari produk. Umumnya, terdapat tiga pendekatan di dalam desain PSS seperti yang dijelaskan berikut ini.
1.      Pendekatan berbasis fungsi PSS
Pendekatan ini dilakukan dengan cara menambahkan fungsi baru untuk meningkatkan nilai produk di tengah persaingan pasar.
2.      Value-Added PSS
Perusahaan menambahkan fitur-fitur baru ke dalam produk untuk menambahkan value atau nilai kepada penggunanya.
3.      Evidence-Based Service
Perusahaan melakukan analisa big data yang hasilnya digunakan sebagai acuan untuk memberikan penghematan yang sebenarnya, dan mengembangkan kontrak layanan bagi pelanggan untuk membayar sebagai bagian dalam penghematan Dalam beberapa tahun terakhir, PSS cenderung lebih terintegrasi dengan analisa big data demi lebih cepatnya inovasi.

Dalam perkembangannya, terdapat tiga tipe atau jenis dari PSS. Jenis-jenis dari PSS tersebut adalah:
1.      Product-oriented Service
Product-oriented Service atau PoS merupakan PSS dimana kepemilikan produk secara tangible dimiliki oleh pelanggan, tetapi, layanan tambahan seperti maintenance tetap disediakan oleh penyedia produk.
2.      Use-oriented Service
Use-oriented Service atau UoS merupakan PSS dimana kepemilikan dari produk tangible dimiliki oleh penyedia jasa. Penyedia jasa disini berfungsi sebagai penjual fungsi dari produk dan menerapkan sistem pembayaran yang termodifikasi. Contoh dari UoS adalah persewaan mobil, leasing mobil.
3.      Result-oriented Service
Result-oriented Service atau RoS merupakan PSS dimana produk diganti keseluruhan oleh layanan atau jasa yang disediakan oleh penyedia. Contoh dari RoS adalah ketika layanan voicemail diganti oleh answering machine.

Manfaat dari PSS sendiri sangat beragam. Manfaat tersebut akan berbeda antar pihak yang terlibat. Berikut adalah tabel yang berisi tentang beberapa manfaat PSS terhadap pihak-pihak yang berkaitan.

Pihak
Manfaat
Perusahaan Manufaktur
Memungkinkan untuk menambahkan nilai tambah untuk produk
Meningkatkan hubungan dengan pelanggan karena meningkatnya alur informasi tentang preferensi pelanggan
Memungkinkan untuk menjadikan PSS sebagai landasan strategi untuk pertumbuhan perusahaan
Perusahaan Jasa
Meningkatkan dan menambah variasi jasa
Menjaga market share
Menjaga kualitas layanan
Pelanggan
Mendapatkan banyak opsi layanan sesuai dengan kebutuhan
Mendapatkan produk yang sudah value added
Lingkungan
Dapat mengurangi tingkat limbah produk
Mengurangi tingkat emisi


Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Manufacturing artinya manufaktur, lean artinya ramping.
Ya, ramping, mungkin kata yang cenderung offensive bagi kaum-kaum berperut buncit seperti saya.
Tapi yakinlah, ini bukanlah suatu hal yang dikhawatirkan.
Lean Manufacturing merupakan sebuah term  yang menunjukkan dan melambangkan efisiensi. Efisien disini berarti menghilangkan waste yang ada di proses manufaktur. Waste harus dihilangkan karena waste merupakan aktivitas-aktivitas non-value-added dalam perspektif pelanggan. Dengan itu, pihak manufaktur dapat membuat produk yang sesuai dengan keinginan pelanggan dan memiliki kualitas yang tinggi dan juga murah.
Ya, mengurangi biaya berarti murah. Itulah inti dari lean manufacturing.
Dulu ada yang namanya seven waste. Tapi di jaman yang kekinian ini, bertambah satu waste baru.
Waste-waste tersebut adalah:
1.       Overproduksi
2.       Waiting
3.       Defects
4.       Inventory
5.       Transportation
6.       Over-processing
7.       Motion
8.       Workforce


Untuk menanggulangi hal tersebut berbagai perusahaan manufaktur memikirkan cara bagaimana caranya untuk mengurangi dan mengeliminasi waste tersebut. Contohnya yang paling shahih adalah Kanban, Just in Time, dll yang dipopulerkan oleh merek mobil sejuta umat Indonesia: Toyota.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Paruh kedua semester ini.
Daaan tepat kemarin, tanggal 11 April 2017 saya menyelesaikan seminar proposal saya dengan datar dan revisi-revisi yang semoga cepat tertelisik.
Entah ada hubungannya atau tidak dengan presentasi seminar saya, di kelas Sustainable Manufacturing tadi, Bu Maria selaku dosen mata kuliah SM dan pembimbing TA saya memberikan ilmu super yang beliau miliki terkait dengan pitching. Ini bukan pitch controll yang sering diucapkan ibu-ibu komentator AFI dulu, tetapi ini adalah teknik Elevator Pitching.
Sebenarnya Elevator Pitching bukan hal yang baru bagi saya. Saat saya mengikuti program 1000 Startup dulu telah diajarkan bagaimana tekhnik pitching yang ciamik. Tetapi entah mengapa, bibir ini selalu saja tidak singkron dengan otak saya ataupun sum-sum tulang belakang saya. Entah bibir ini siapa yang kontrol, tetapi jujur saja saya masih belum bisa pitching dengan baik.

Jadi, apa sih elevator pitching itu?

Elevator pitch adalah presentasi sangat singkat yang hanya membutuhkan waktu 20 detik – 60 detik, maksimal hanya 1 menit ! Mengapa 1 menit? Sesuai dengan istilahnya, 1 menit adalah waktu yang dibutuhkan seseorang dari lantai lobby menuju lantai para investor atau kantor direktur sebuah perusahaan. Anggap saja kamu pergi ke kantor perusahaan besar untuk mencari atau bertemu dengan investor. Tanpa disengaja kamu bertemu orang tersebut di lift, saat itu lah kesempatan mu untuk mempresentasikan gagasan atau bisnis mu ke investor. Jika sang investor tertarik, maka dia akan mengajakmu duduk untuk diskusi lebih lanjut. Jika tidak, mungkin elevator pitch mu kurang baik. Ya, 1 menit yang sangat menentukan di kesempatan langka. Lalu,, bagaimana melakukan elevator pitch yang baik ?

Ketika melakukan sebuah elevator pitch, mempertimbangkan sembilan C, sebagaimana ditentukan oleh penulis dan ahli kewirausahaan,Chris O’Leary:

Concise. ringkas dan jelas, dengan kata-kata sesedikit mungkin.
Clear. presentasi harus mudah dipahami oleh orang awam, daripada penuh dengan akronim & istilah yang sulit.
Compelling. Apa masalah yang bisnis kamu pecahkan, dan apa yang dapat kamu lakukan untuk audience target kamu?
Credible. Menguraikan apa yang membuat kamu memenuhi syarat untuk melakukan apa yang kamu lakukan.
Conseptual. Menjaga presentasi Anda spesifik, tidak terlalu banyak detail.
Concrete. Presentasi harus mudah dipahami oleh audience kamu.
Customized. Setiap target berbeda, presentasi harus disesuaikan dengan pendengar.
Consistent. Tidak peduli berapa banyak versi presentasi yang kamu miliki, kamu harus menyampaikan pesan dasar yang sama.
Conversational. Santai dalam memulai percakapan.

Yap, kuncinya ada pada 9 C tersebut. 9 C tersebut bukanlah rantai karbon senyawa karbon (....), bukan juga jumlah angka C di transkrip IP saya, tetapi ya itu kuncinya.

Semoga dengan Elevator Pitch ini dapat membuat ide kita akan lebih didengarkan.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Recycle.
Kata tersebut seakan menjadi sakral jika kita menilik pada hasil cetakan cat di tempat sampah tempat sampah dimanapun.
Tulisan-tulisan "sampah daur ulang", atau "ayo recycle" seakan menjadi kebenaran jika sampah itu harus semua direcycle.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan konsep recycle.
Konsep daur ulang sangat baik. Sampah-sampah yang sulit terurai dapat didaur ulang menjadi suatu barang yang berguna.
Di salah satu kampung di Surabaya menetapkan bank sampah. dimana jika ada seseorang menyetor sampah yang bisa didaur ulang, maka akan mendapat imbalan.
dengan embel-embel imbalan, maka akan semakin mendorong masyarakat untuk menyetor sampah.
Sampah tersebut akan didaur ulang.

Tetapi, apakah prinsip 3R isinya hanya recycle, recycle, dan recycle?
faktanya, 3R isinya Reduce, Reuse, Recycle.

Di kampung tadi, masyarakat didorong untuk melakukan recycle.
padahal, dengan menyetor sampah, hal itu sama saja dengan memproduksi sampah.
padahal masih ada reduce dan reuse.

kalau tidak bisa dikurangi, maka gunakanlah kembali.
dan tempatkan recycle sebagai pilihan terakhir.

menggunakan kembali sebuah sampah seperti botol dapat digunakan lagi sebagai bermacam hal. Pot bunga misalnya.

ayo berpikir lagi.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Kopi Turki di pagi ini mengawali hari libur saya.
Aroma kopi arabika yang digiling sangat halus tiba-tiba saja dengan genit menyibakkan harumnya. Terlebih setelah saya merebusnya dengan panci khusus untuk membuat kopi. "Alamak sedapnye". Begitu mungkin kata orang melayu jika mencium bau dapur saya pagi tadi.
Dengan mood yang sudah terbangun, kopi saya sruput sembari ditemani biskuit belvita. berharap BCL tiba-tiba hadir seperti di iklan komersialnya. 

Dengan fantasi yang masih tinggi, saya jadi berfikir.Ritual sarapan pagi hari saya ditambah dengan memakan pisang. - Iya, saya sedang diet-. Sudah menyumbangkan seberapa besar sampah ya ke lingkungan?
Coba saya jadikan list. Kira-kira sarapan saya menghasilkan sampah padat berikut ini.
1. 1 bungkus kemasan kopi
2. 1 Kemasan Kardus Belvita
3. 2 Bungkus Plastik Belvita
4. 1 Kulit Pisang

Hmm, sudah 5 hal yang saya sumbangkan. belum nanti siang. belum nanti malam. belum besok pagi.

Lalu, bagaimana ya dengan warga Surabaya lainnya?
Karena ingin tahu, ya sekalian saja saya ke tempat pembuangan sampah terdekat. Sekalian buang 5 benda tadi langsung ke tempatnya.

Setelah sampai sana ternyata saya kecewa.
Di bayangan saya sampahnya menggunung. Biar tulisan di blog ini jadi tulisan yang seharusnya gitu. Ternyata saya terlalu pagi sampai sana. Sehingga bapak-bapak penarik gerobak sampah dan juga truk-truknya belum datang. Tetapi nikmatnya aroma kopi telah terdistraksi dengan aroma sampah disini.
Sampahnya sedikit saja sudah bau seperti ini. Apalagi kalau banyak ya?
Tapi yasudahlah. Karena saya merupakan generasi milenial, tidak elok rasanya jika tidak mengambil foto dengan latar belakang tempat pembuangan sampah tersebut. Oh iya, tempat pembuangan sampah di foto ini merupakan TPS di dekat pakuwon city dan berlokasi di kejawan putih Surabaya. Dari kata-kata orang sekitar TPS sih biasanya sampahnya menggunung. Hanya saja saya kurang beruntung (atau justru beruntung) pagi ini. Sampah plastik tetap saja sebagai sampah yang mendominasi biasanya.





Dengan 3 juta lebih masyarakat di Surabaya, berarti akan ada ribuan ton sampah yang dihasilkan setiap hari. Sampah tersebut merupakan limbah. Dan TPS ini merupakan langkah yang masih terhitung awal untuk mengumpulkan sampah dari penjuru kota. Sampah tersebut nantinya dapat diolah sehingga tidak berdampak buruk ke lingkungan.

Tapi tetap saja ya, aroma kopi Turki saya sudah terhapus dengan aroma-aroma TPS ini.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Sesaat saya selesai mencuci muka dan sarapan di hari ini, terlintas di kepala saya tentang ide penghematan air di pagi hari.
Kira-kira begini
 Hal yang melatar belakangi ide ini adalah, pagi hari adalah waktu dimana setiap orang memulai aktivitasnya. Aktivitas-aktivitas tersebut sebagian besar berhubungan dengan pemakaian air. Misalkan, di pagi hari warga Muslim melaksanakan Sholat Subuh, dimana sebelum Sholat perlu air untuk berwudhlu. Lalu kegiatan lain seperti mandi pagi, menggosok gigi, mencuci piring untuk sarapan, mencuci kendaraan sebelum berangkat ke kantor, menyirami tanaman, dan lain-lain.

Tidak terkecuali dengan masyarakat perkotaan seperti Surabaya dimana banyak penduduknya yang memulai aktivitasnya di pagi hari seperti berangkat ke kantor, bersekolah, kuliah, dan lain-lain yang membutuhkan air untuk memulai hari-harinya. Namun, seringkali penggunaan air yang terlanjur menjadi kebiasaan tersebut mengabaikan berapa kuantitas air yang dibuang secara sia-sia. Misalkan pada saat gosok gigi, kran air dibiarkan tetap menyala padahal sedang tidak terpakai. Dengan pemakaian air yang tidak terkontrol tersebut, maka akan sangat banyak air yang terbuang sia-sia.

Padahal di Kota Surabaya, dari berita yang dilansir BPPSPAM Surabaya pada 2012, dalam kurun waktu 5 sampai 10 tahun dari berita tersebut dipublikasikan, Surabaya akan mengalami krisis air bersih yang dikarenakan jumlah produksi air bersih yang dihasilkan IPAM PDAM Kota Surabaya tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan warga Surabaya yang mencapai 150 M3 per orang setiap harinya.

Atas dasar beberapa hal tersebut, dapat diusulkan sebuah gagasan untuk mensosialisasikan gerakan hemat air di pagi hari. Dimana gerakan tersebut adalah sesuai dengan namanya yaitu melakukan penghematan air di pagi hari. Dengan kegiatan tersebut akan dibuatkan poster-poster digital berisi langkah-langkah sederhana, tetapi mempunyai efek yang besar dalam hal penghematan air yang akan dipublikasikan sebagai alat untuk mendukung gerakan tersebut.

Hal ini merujuk pada poster penghematan air di rumah yang dipublikasikan PUB Singapore dalam situsnya (pub.gov.sg). Poster tersebut memuat hal-hal sederhana tetapi memiliki dampak yang signifikan dalam penghematan air terutama di pagi hari seperti pada gambar di bawah ini.
https://www.pub.gov.sg/PublishingImages/5_tips_to_save_water.png

Dari gambar di atas, dimisalkan diimplementasikan di Surabaya hanya pada kebiasaan menggosok gigi. Dibandingkan cara konvensional menggosok gigi yang membiarkan kran menyala selama 2 menit, menggunakan satu mug sebagai wadah airnya akan menghemat air sebanyak 11,5 Liter. Jika misalkan warga Surabaya yang kurang lebih berjumlah 2.900.000 jiwa melaksanakan hal tersebut, maka di pagi hari tersebut, warga Surabaya telah menghemat air sebanyak 333.500.000 Liter air di pagi hari.

Bentuk idenya adalah penyusunan langkah-langkah yang bisa dilakukan dalam penghematan air di pagi hari. Poster berisi tips-tips menghemat air. Lalu melakukan sosialisasi dalam lingkup kecil sebagai percontohan

Indikator keberhasilan proyek:
-          Penerapan gerakan ini di rumah-rumah masyarakat yang diadakan sosialisasi
-          Masyarakat mau melakukan penghematan air di pagi hari

semoga ide ini terwujud.


Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Apa kendaraan bermotor yang sering kamu kendarai?
Mobil? Motor? Bentor? Jetski?
Apapun.
Pernahkah kamu merasa, "ah, kadang 10 liter cukup buat 5 hari, sekarang kok 3 hari sudah habis?"
Jika pernah, kamu tidak sendirian di dunia ini.
Hal tersebut tergantung bagaimana kamu memperlakukan dan mengendarai kendaraan tersebut.
Kapan terakhir kali servis rutin? atau kalau hanya saat setelah terendam banjir saja kalian membawanya ke bengkel?
Suka kadang-kadang ngebut, kadang-kadang ngerem lalu ngebut lagi seperti dedek dedek emesh yang sedang menggeber knalpot racingnya?
Suka kadang-kadang memasukkan gigi 3 saat pertama kali menginjak gas?
Whatever.
ya, bagaimanapun kebiasaan berkendaramu, akan berbanding dengan bensin yang kamu habiskan. Semakin buruk kamu memperlakukan motor kamu, maka kendaraanmu akan semakin banyak mengkonsumsi bensin. Jadinya? pembakaran kita jadi tidak efisien.
Padahal dengan konsumsi bensin yang berlebih, kita akan menyumbangkan amalan tidak baik kepada alam. Polusi? ya. Menghabiskan cadangan energi fossil? ya! Menambah panasnya Surabaya menjadi lebih panas lagi? YA!!
Apapun tipe berkendaramu, entah om om touring, emak emak bermotor, atau dedek dedek emesh bercabai atau berterung.
Rawatlah kendaraanmu, ikuti rambu yang ada, jangan mencalo saat tes SIM, dan tetap nikmatilah perjalananmu tanpa beramal buruk kepada alam.
Ingat, BBM sudah tidak bersubsidi lagi. Dan sebaiknya, mulailah menikmati kota dengan berbagi tempat dengan orang lain dengan kereta atau bus-bus atau angkot.
Cheers!
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Duhai kau yang berlindung dibalik atap imitasi
Pekakah kau akan pelukan Ibu
Hitunglah bintang di malam ini jika terlihat
Apakah kau yang mati rasa

Ada titik-titik nila di Kali Surabaya
Sebanyak apapun susunya
Ode silampukau
Akan rimanya, tidakkah anda terpukau

Dikau kayu berdaun hijau
Dikau yang melata di sebelah Jayabaya
Mega-mega abu-abu yang yang tak terhirau
Membelah sel-selmu dari hirupanmu

Bung Tomo, Pak Tjokro
Dimana rumahmu
Selamat malam Opa Bubi Chen
Siapa anda

Riangnya hari ini peminta-minta
Padahal asamnya klorida sudah diambang
Melakukan tarian matahari
Berharap sang pilot mengabulkan permintaannya

Dua tiga empat roda yang kau punya
Tak terhitung jumlahnya di sore merkuri ini
Bulan, bintang, biarawati, berduyun
Kenjeran masih saja beradu di peraduan

Ah sudah kelabu saja langit ini
Singsingkan panjang denimmu itu
Kita siap bermain air bersama ibu
Tanpa ibu marah lagi

Adam-adam kecil
Hawa-hawa al Eks-Dolly
Masih bermain petak umpet disana
Padahal Ibu kan sudah larang


Duhai Ibu yang menggebu, anakmu..
Share
Tweet
Pin
Share
No comments




Pernahkah anda berpikir, seberapa besar benda di sekitar kita menghabiskan energi dalam proses pembuatannya?

Kita ambil contoh misalkan kursi yang sedang kita duduki. Seberapa besarkah energi atau karbon yang dihasilkan selama kursi ini dibuat? Apakah kursi yang kita duduki sekarang berdampak pada pemanasan global yang sedang nge-trend sekarang?

Memangnya bisa ada energi tersembunyi seperti itu?

Ada!

Energi “tersembunyi” tersebut biasa disebut “Embedded Energy” atau “Embodied Energy” merupakan energi yang digunakan dalam membuat produk tersebut. Konsep Embedded Energy digunakan untuk mengukur seberapa besar dampak pembuatan produk tersebut terhadap lingkungan.

Jadi, apakah kursi kita dalam pembuatannya berdampak minim terhadap lingkungan? Apakah sudah berlabel “eco”? Apakah juga label “eco” tersebut sudah tepat dan tidak abal-abal untuk keperluan komersial lagi?

Coba kritisi


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Banyak anak, banyak rejeki.




Benarkah?
Mari kita lihat persentase pertambahan penduduk dunia yang diperoleh dari World Population berikut ini.


Kita bisa lihat grafik yang menurun. Menyenangkan bukan?

Mungkin secara grafik, grafik tersebut terkesan menyenangkan. Tetapi, bila kita hitung secara matematis, ternyata tidak. Jumlah penduduk akan terus bertambah seiring waktu.
Pada tanggal 19 Oktober 2012 pukul 03.36 WIB, jumlah penduduk dunia mencapai 7 miliar jiwa. Badan Kependudukan PBB menetapkan tanggal 12 Oktober 1999 sebagai tanggal di mana penduduk dunia mencapai 6 miliar jiwa, sekitar 12 tahun setelah penduduk dunia mencapai 5 miliar jiwa.

Sekarang kita lihat grafik jumlah penduduk dari tahun ke tahun.



Lihat? Jumlahnya terus meningkat.
Lalu apa dampaknya?

Bagi lingkungan, semakin padatnya populasi manusia akan sejalan dengan kerusakan lingkungan. Hal tersebut dapat disebabkan kebutuhan manusia.
Kita ambil contoh, misalkan tiga tujuan dari yang dicetuskan ibu-ibu PKK.
1.       Sandang
2.       Pangan
3.       Papan

Tentu tidak asing kan dengan kebutuhan tersebut?
Pertama, kebutuhan sandang. Sandang atau pakaian, memerlukan sebuah proses manufaktur untuk membuatnya. Diperlukan bahan baku yang dapat berasal dari alam seperti kain katun dari kapas. Kebutuhan bahan bakar untuk mesin, dan lain-lain. Belum pula lahan yang harus disediakan untuk kegiatan produksi baju tersebut. Lalu apa dampaknya?
Dengan semakin banyaknya manusia dan sifat manusia yang cenderung konsumtif apalagi sekarang fashion menjadi trend, pembukaan lahan untuk produksi akan semakin menjadi-jadi. Lahan-lahan yang dulu menjadi lahan hijau diambil untuk mejadi lahan produksi. Belum lagi untuk menjalankan produksi, pasti ada limbah dan hal tersebut dapat menyebabkan pencemaran lingkungan hingga sifat industri manufaktur tersebut yang juga memiliki andil terhadap pemanasan global.

Kedua, kebutuhan pangan, hampir sama dengan sandang. Kita ambil contoh. Dalam sepiring rendang, biasanya tersaji 150g daging sapi. Daging sapi berasal dari sapi. Sapi mengeluarkan kotoran semasa hidupnya. Padahal, kotoran sapi dalam jumlah besar di dalam peternakan akan menghasilkan gas metana yang memicu efek rumah kaca.
Hal tersebut akan bergerak naik seiring kebutuhan makanan manusia.

Terakhir papan. Hal fundamental bagi manusia. Setiap manusia butuh rumah untuk dihuni kan? Padahal rumah butuh lahan. Seiring padatnya populasi, mau tidak mau, lagi lagi bumi harus merelakan daratannya untuk dibangun rumah oleh manusia. Hasilnya? Banjir. Tanah longsor. Dan banyak lagi.

Jadi, banyak anak banyak rejeki?
Coba pikirkan lagi.


Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Imagine no possessions
Nothing to kill or die for
No need for greed or hunger
A brotherhood of man
Imagine all the people
Sharing all the world
Imagine all the people
Living life in peace

Entah apakah Ban Ki Moon beserta 193 perwakilan bangsa-bangsa yang lain pada pertemuan tersebut merupakan kumpulan dari Beatlemania atau penggemar militan dari John Lennon ataukah sekumpulan orang-orang yang ingin menjadikan dunia ini menjadi tempat yang dicita-citakan John Lennon saat menulis Imagine pada 1970. Yang jelas, pertemuan akbar tersebut mencetuskan sebuah kesepakatan untuk menjadikan dunia ini seindah mimpi-mimpi di masa kecil kita dan menjadikannya sebagai “rumah”.

Pertemuan pada 2015 tersebut menghasilkan kesepakatan berisi 17 poin yang dikemas dalam dokumen yang bertajuk ”Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development” atau sekarang lebih dikenal dengan SDGs atau Sustainable Development Goals. Kesepakatan tersebut mengandung 17 poin tentang tujuan global atau agenda untuk mencapai kehidupan yang berkesinambungan dalam jangka waktu 15 tahun sejak kesepakatan tersebut dibubuhi tinta tanda tangan dari para perwakilan-perwakilan negara yang menghadiri pertemuan tersebut.

Sebelum mengenal 17 poin tersebut, sebaiknya pula kita mengetahui awal mula tercapainya kesepakatan tersebut. SDG merupakan kelanjutan dari mimpi-mimpi yang dituangkan dalam MDGs (Millenium Development Goals) –yang nantinya mimpi ini diklaim terwujud- , Tujuan Pembangunan Millenium, yang mulai dijalankan pada September 2000 dan berakhir di tahun 2015. Adapun target MDGs adalah tercapainya kesejahteraan rakyat dan pembangunan masyarakat pada 2015 yang merupakan tantangan utama dalam pembangunan di seluruh dunia yang terurai dalam Deklarasi Milenium. Deklarasi ini diadopsi oleh 189 negara serta ditandatangani oleh 147 kepala pemerintahan dan kepala negara pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium di New York pada bulan September 2000 tersebut.

Kesepakatan MDG tersebut pada 2015 diklaim sudah mampu mengurangi tingkat kemiskinan warga dunia hingga setengahnya. Oleh sebab itu, SDG dicetuskan untuk melanjutkan mimpi-mimpi tersebut.



1. Tanpa Kemiskinan

Tidak ada kemiskinan dalam bentuk apapun di seluruh penjuru dunia.

2. Tanpa Kelaparan

Tidak ada lagi kelaparan, mencapai ketahanan pangan, perbaikan nutrisi, serta mendorong budidaya pertanian yang berkelanjutan.

3. Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan

Menjamin kehidupan yang sehat serta mendorong kesejahteraan hidup untuk seluruh masyarakat di segala umur.

4. Pendidikan Berkualitas

Menjamin pemerataan pendidikan yang berkualitas dan meningkatkan kesempatan belajar untuk semua orang, menjamin pendidikan yang inklusif dan berkeadilan serta mendorong kesempatan belajar seumur hidup bagi semua orang.

5. Kesetaraan Gender

Mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan kaum ibu dan perempuan.

6. Air Bersih dan Sanitasi

Menjamin ketersediaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua orang.

7. Energi Bersih dan Terjangkau

Menjamin akses terhadap sumber energi yang terjangkau, terpercaya, berkelanjutan dan modern untuk semua orang.

8. Pertumbuhan Ekonomi dan Pekerjaan yang Layak

Mendukung perkembangan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif, lapangan kerja yang penuh dan produktif, serta pekerjaan yang layak untuk semua orang.

9. Industri, Inovasi dan Infrastruktur

Membangun infrastruktur yang berkualitas, mendorong peningkatan industri yang inklusif dan berkelanjutan serta mendorong inovasi.

10. Mengurangi Kesenjangan

Mengurangi ketidaksetaraan baik di dalam sebuah negara maupun di antara negara-negara di dunia.

11. Keberlanjutan Kota dan Komunitas

Membangun kota-kota serta pemukiman yang inklusif, berkualitas, aman, berketahanan dan bekelanjutan.

12. Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab

Menjamin keberlangsungan konsumsi dan pola produksi.

13. Aksi Terhadap Iklim

Bertindak cepat untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya.

14. Kehidupan Bawah Laut

Melestarikan dan menjaga keberlangsungan laut dan kehidupan sumber daya laut untuk perkembangan pembangunan yang berkelanjutan.

15. Kehidupan di Darat

Melindungi, mengembalikan, dan meningkatkan keberlangsungan pemakaian ekosistem darat, mengelola hutan secara berkelanjutan, mengurangi tanah tandus serta tukar guling tanah, memerangi penggurunan, menghentikan dan memulihkan degradasi tanah, serta menghentikan kerugian keanekaragaman hayati.

16. Institusi Peradilan yang Kuat dan Kedamaian

Meningkatkan perdamaian termasuk masyarakat untuk pembangunan berkelanjutan, menyediakan akses untuk keadilan bagi semua orang termasuk lembaga dan bertanggung jawab untuk seluruh kalangan, serta membangun institusi yang efektif, akuntabel, dan inklusif di seluruh tingkatan.

17. Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Memperkuat implementasi dan menghidupkan kembali kemitraan global untuk pembangunan yang berkelanjutan.

17 poin tersebut merupakan harapan warga dunia yang saya rasa seluruh warga dunia akan mengamininya. Namun, mengamini tanpa berbuat secara nyata tidaklah cukup. Kehancuran yang disebabkan perang harus dihentikan. Tangisan anak-anak dari timur tengah, afrika, atau bahkan di kanan kiri rumah kita harus berubah menjadi senyuman –kecuali saat anak tersebut dilahirkan, karena memang harus menangis-. Fotosintesis harus tetap berjalan. Biarkan kadar Ph dari air hujan lebih dari angka 7. Hentikan memperdebatkan perbedaan ukuran mata, warna kulit, simpul rambut, atau lingkar perut karena kita semua berasal dari nenek moyang yang sama. Biarkan nanti keturunan kita dapat merasakan segarnya air seperti yang kita rasakan saat kecil dulu.
Mari bergerak bersama untuk ketercapaian Sustainable Global Development. Jadilah bagiannya, karena kita juga bagian dari semesta.

You may say I'm a dreamer
But I'm not the only one
I hope someday you'll join us
And the world will be as one.

 - John Lennon
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts

About me

recent posts

Sponsor

Blog Archive

  • ▼  2017 (12)
    • ▼  June (4)
      • It's A Wrap!
      • Product, Service, System digabung menjadi Product ...
      • Merampingkan Manufaktur
      • Teknik Pitching ala Elevator: Elevator Pitch
    • ►  April (1)
      • Salah Kaprah Reduce Reuse Recycle
    • ►  March (5)
      • Jalan Jalan ke Tempat Dimana Sampah Dibuang
      • Gerakan Penghematan Air di Pagi Hari
      • Bagaimana Kebiasaan Berkendaramu?
      • Anakmu Bu
      • Embedded Energy
    • ►  February (2)
      • Banyak Anak Banyak Kerusakan Lingkungan
      • Mewujudkan Mimpi Tujuan Global: Sustainable Develo...

Created with by BeautyTemplates| Distributed By Gooyaabi Templates