baguspanduardinata


Apa kendaraan bermotor yang sering kamu kendarai?
Mobil? Motor? Bentor? Jetski?
Apapun.
Pernahkah kamu merasa, "ah, kadang 10 liter cukup buat 5 hari, sekarang kok 3 hari sudah habis?"
Jika pernah, kamu tidak sendirian di dunia ini.
Hal tersebut tergantung bagaimana kamu memperlakukan dan mengendarai kendaraan tersebut.
Kapan terakhir kali servis rutin? atau kalau hanya saat setelah terendam banjir saja kalian membawanya ke bengkel?
Suka kadang-kadang ngebut, kadang-kadang ngerem lalu ngebut lagi seperti dedek dedek emesh yang sedang menggeber knalpot racingnya?
Suka kadang-kadang memasukkan gigi 3 saat pertama kali menginjak gas?
Whatever.
ya, bagaimanapun kebiasaan berkendaramu, akan berbanding dengan bensin yang kamu habiskan. Semakin buruk kamu memperlakukan motor kamu, maka kendaraanmu akan semakin banyak mengkonsumsi bensin. Jadinya? pembakaran kita jadi tidak efisien.
Padahal dengan konsumsi bensin yang berlebih, kita akan menyumbangkan amalan tidak baik kepada alam. Polusi? ya. Menghabiskan cadangan energi fossil? ya! Menambah panasnya Surabaya menjadi lebih panas lagi? YA!!
Apapun tipe berkendaramu, entah om om touring, emak emak bermotor, atau dedek dedek emesh bercabai atau berterung.
Rawatlah kendaraanmu, ikuti rambu yang ada, jangan mencalo saat tes SIM, dan tetap nikmatilah perjalananmu tanpa beramal buruk kepada alam.
Ingat, BBM sudah tidak bersubsidi lagi. Dan sebaiknya, mulailah menikmati kota dengan berbagi tempat dengan orang lain dengan kereta atau bus-bus atau angkot.
Cheers!
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Duhai kau yang berlindung dibalik atap imitasi
Pekakah kau akan pelukan Ibu
Hitunglah bintang di malam ini jika terlihat
Apakah kau yang mati rasa

Ada titik-titik nila di Kali Surabaya
Sebanyak apapun susunya
Ode silampukau
Akan rimanya, tidakkah anda terpukau

Dikau kayu berdaun hijau
Dikau yang melata di sebelah Jayabaya
Mega-mega abu-abu yang yang tak terhirau
Membelah sel-selmu dari hirupanmu

Bung Tomo, Pak Tjokro
Dimana rumahmu
Selamat malam Opa Bubi Chen
Siapa anda

Riangnya hari ini peminta-minta
Padahal asamnya klorida sudah diambang
Melakukan tarian matahari
Berharap sang pilot mengabulkan permintaannya

Dua tiga empat roda yang kau punya
Tak terhitung jumlahnya di sore merkuri ini
Bulan, bintang, biarawati, berduyun
Kenjeran masih saja beradu di peraduan

Ah sudah kelabu saja langit ini
Singsingkan panjang denimmu itu
Kita siap bermain air bersama ibu
Tanpa ibu marah lagi

Adam-adam kecil
Hawa-hawa al Eks-Dolly
Masih bermain petak umpet disana
Padahal Ibu kan sudah larang


Duhai Ibu yang menggebu, anakmu..
Share
Tweet
Pin
Share
No comments




Pernahkah anda berpikir, seberapa besar benda di sekitar kita menghabiskan energi dalam proses pembuatannya?

Kita ambil contoh misalkan kursi yang sedang kita duduki. Seberapa besarkah energi atau karbon yang dihasilkan selama kursi ini dibuat? Apakah kursi yang kita duduki sekarang berdampak pada pemanasan global yang sedang nge-trend sekarang?

Memangnya bisa ada energi tersembunyi seperti itu?

Ada!

Energi “tersembunyi” tersebut biasa disebut “Embedded Energy” atau “Embodied Energy” merupakan energi yang digunakan dalam membuat produk tersebut. Konsep Embedded Energy digunakan untuk mengukur seberapa besar dampak pembuatan produk tersebut terhadap lingkungan.

Jadi, apakah kursi kita dalam pembuatannya berdampak minim terhadap lingkungan? Apakah sudah berlabel “eco”? Apakah juga label “eco” tersebut sudah tepat dan tidak abal-abal untuk keperluan komersial lagi?

Coba kritisi


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Banyak anak, banyak rejeki.




Benarkah?
Mari kita lihat persentase pertambahan penduduk dunia yang diperoleh dari World Population berikut ini.


Kita bisa lihat grafik yang menurun. Menyenangkan bukan?

Mungkin secara grafik, grafik tersebut terkesan menyenangkan. Tetapi, bila kita hitung secara matematis, ternyata tidak. Jumlah penduduk akan terus bertambah seiring waktu.
Pada tanggal 19 Oktober 2012 pukul 03.36 WIB, jumlah penduduk dunia mencapai 7 miliar jiwa. Badan Kependudukan PBB menetapkan tanggal 12 Oktober 1999 sebagai tanggal di mana penduduk dunia mencapai 6 miliar jiwa, sekitar 12 tahun setelah penduduk dunia mencapai 5 miliar jiwa.

Sekarang kita lihat grafik jumlah penduduk dari tahun ke tahun.



Lihat? Jumlahnya terus meningkat.
Lalu apa dampaknya?

Bagi lingkungan, semakin padatnya populasi manusia akan sejalan dengan kerusakan lingkungan. Hal tersebut dapat disebabkan kebutuhan manusia.
Kita ambil contoh, misalkan tiga tujuan dari yang dicetuskan ibu-ibu PKK.
1.       Sandang
2.       Pangan
3.       Papan

Tentu tidak asing kan dengan kebutuhan tersebut?
Pertama, kebutuhan sandang. Sandang atau pakaian, memerlukan sebuah proses manufaktur untuk membuatnya. Diperlukan bahan baku yang dapat berasal dari alam seperti kain katun dari kapas. Kebutuhan bahan bakar untuk mesin, dan lain-lain. Belum pula lahan yang harus disediakan untuk kegiatan produksi baju tersebut. Lalu apa dampaknya?
Dengan semakin banyaknya manusia dan sifat manusia yang cenderung konsumtif apalagi sekarang fashion menjadi trend, pembukaan lahan untuk produksi akan semakin menjadi-jadi. Lahan-lahan yang dulu menjadi lahan hijau diambil untuk mejadi lahan produksi. Belum lagi untuk menjalankan produksi, pasti ada limbah dan hal tersebut dapat menyebabkan pencemaran lingkungan hingga sifat industri manufaktur tersebut yang juga memiliki andil terhadap pemanasan global.

Kedua, kebutuhan pangan, hampir sama dengan sandang. Kita ambil contoh. Dalam sepiring rendang, biasanya tersaji 150g daging sapi. Daging sapi berasal dari sapi. Sapi mengeluarkan kotoran semasa hidupnya. Padahal, kotoran sapi dalam jumlah besar di dalam peternakan akan menghasilkan gas metana yang memicu efek rumah kaca.
Hal tersebut akan bergerak naik seiring kebutuhan makanan manusia.

Terakhir papan. Hal fundamental bagi manusia. Setiap manusia butuh rumah untuk dihuni kan? Padahal rumah butuh lahan. Seiring padatnya populasi, mau tidak mau, lagi lagi bumi harus merelakan daratannya untuk dibangun rumah oleh manusia. Hasilnya? Banjir. Tanah longsor. Dan banyak lagi.

Jadi, banyak anak banyak rejeki?
Coba pikirkan lagi.


Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Imagine no possessions
Nothing to kill or die for
No need for greed or hunger
A brotherhood of man
Imagine all the people
Sharing all the world
Imagine all the people
Living life in peace

Entah apakah Ban Ki Moon beserta 193 perwakilan bangsa-bangsa yang lain pada pertemuan tersebut merupakan kumpulan dari Beatlemania atau penggemar militan dari John Lennon ataukah sekumpulan orang-orang yang ingin menjadikan dunia ini menjadi tempat yang dicita-citakan John Lennon saat menulis Imagine pada 1970. Yang jelas, pertemuan akbar tersebut mencetuskan sebuah kesepakatan untuk menjadikan dunia ini seindah mimpi-mimpi di masa kecil kita dan menjadikannya sebagai “rumah”.

Pertemuan pada 2015 tersebut menghasilkan kesepakatan berisi 17 poin yang dikemas dalam dokumen yang bertajuk ”Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development” atau sekarang lebih dikenal dengan SDGs atau Sustainable Development Goals. Kesepakatan tersebut mengandung 17 poin tentang tujuan global atau agenda untuk mencapai kehidupan yang berkesinambungan dalam jangka waktu 15 tahun sejak kesepakatan tersebut dibubuhi tinta tanda tangan dari para perwakilan-perwakilan negara yang menghadiri pertemuan tersebut.

Sebelum mengenal 17 poin tersebut, sebaiknya pula kita mengetahui awal mula tercapainya kesepakatan tersebut. SDG merupakan kelanjutan dari mimpi-mimpi yang dituangkan dalam MDGs (Millenium Development Goals) –yang nantinya mimpi ini diklaim terwujud- , Tujuan Pembangunan Millenium, yang mulai dijalankan pada September 2000 dan berakhir di tahun 2015. Adapun target MDGs adalah tercapainya kesejahteraan rakyat dan pembangunan masyarakat pada 2015 yang merupakan tantangan utama dalam pembangunan di seluruh dunia yang terurai dalam Deklarasi Milenium. Deklarasi ini diadopsi oleh 189 negara serta ditandatangani oleh 147 kepala pemerintahan dan kepala negara pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium di New York pada bulan September 2000 tersebut.

Kesepakatan MDG tersebut pada 2015 diklaim sudah mampu mengurangi tingkat kemiskinan warga dunia hingga setengahnya. Oleh sebab itu, SDG dicetuskan untuk melanjutkan mimpi-mimpi tersebut.



1. Tanpa Kemiskinan

Tidak ada kemiskinan dalam bentuk apapun di seluruh penjuru dunia.

2. Tanpa Kelaparan

Tidak ada lagi kelaparan, mencapai ketahanan pangan, perbaikan nutrisi, serta mendorong budidaya pertanian yang berkelanjutan.

3. Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan

Menjamin kehidupan yang sehat serta mendorong kesejahteraan hidup untuk seluruh masyarakat di segala umur.

4. Pendidikan Berkualitas

Menjamin pemerataan pendidikan yang berkualitas dan meningkatkan kesempatan belajar untuk semua orang, menjamin pendidikan yang inklusif dan berkeadilan serta mendorong kesempatan belajar seumur hidup bagi semua orang.

5. Kesetaraan Gender

Mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan kaum ibu dan perempuan.

6. Air Bersih dan Sanitasi

Menjamin ketersediaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua orang.

7. Energi Bersih dan Terjangkau

Menjamin akses terhadap sumber energi yang terjangkau, terpercaya, berkelanjutan dan modern untuk semua orang.

8. Pertumbuhan Ekonomi dan Pekerjaan yang Layak

Mendukung perkembangan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif, lapangan kerja yang penuh dan produktif, serta pekerjaan yang layak untuk semua orang.

9. Industri, Inovasi dan Infrastruktur

Membangun infrastruktur yang berkualitas, mendorong peningkatan industri yang inklusif dan berkelanjutan serta mendorong inovasi.

10. Mengurangi Kesenjangan

Mengurangi ketidaksetaraan baik di dalam sebuah negara maupun di antara negara-negara di dunia.

11. Keberlanjutan Kota dan Komunitas

Membangun kota-kota serta pemukiman yang inklusif, berkualitas, aman, berketahanan dan bekelanjutan.

12. Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab

Menjamin keberlangsungan konsumsi dan pola produksi.

13. Aksi Terhadap Iklim

Bertindak cepat untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya.

14. Kehidupan Bawah Laut

Melestarikan dan menjaga keberlangsungan laut dan kehidupan sumber daya laut untuk perkembangan pembangunan yang berkelanjutan.

15. Kehidupan di Darat

Melindungi, mengembalikan, dan meningkatkan keberlangsungan pemakaian ekosistem darat, mengelola hutan secara berkelanjutan, mengurangi tanah tandus serta tukar guling tanah, memerangi penggurunan, menghentikan dan memulihkan degradasi tanah, serta menghentikan kerugian keanekaragaman hayati.

16. Institusi Peradilan yang Kuat dan Kedamaian

Meningkatkan perdamaian termasuk masyarakat untuk pembangunan berkelanjutan, menyediakan akses untuk keadilan bagi semua orang termasuk lembaga dan bertanggung jawab untuk seluruh kalangan, serta membangun institusi yang efektif, akuntabel, dan inklusif di seluruh tingkatan.

17. Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Memperkuat implementasi dan menghidupkan kembali kemitraan global untuk pembangunan yang berkelanjutan.

17 poin tersebut merupakan harapan warga dunia yang saya rasa seluruh warga dunia akan mengamininya. Namun, mengamini tanpa berbuat secara nyata tidaklah cukup. Kehancuran yang disebabkan perang harus dihentikan. Tangisan anak-anak dari timur tengah, afrika, atau bahkan di kanan kiri rumah kita harus berubah menjadi senyuman –kecuali saat anak tersebut dilahirkan, karena memang harus menangis-. Fotosintesis harus tetap berjalan. Biarkan kadar Ph dari air hujan lebih dari angka 7. Hentikan memperdebatkan perbedaan ukuran mata, warna kulit, simpul rambut, atau lingkar perut karena kita semua berasal dari nenek moyang yang sama. Biarkan nanti keturunan kita dapat merasakan segarnya air seperti yang kita rasakan saat kecil dulu.
Mari bergerak bersama untuk ketercapaian Sustainable Global Development. Jadilah bagiannya, karena kita juga bagian dari semesta.

You may say I'm a dreamer
But I'm not the only one
I hope someday you'll join us
And the world will be as one.

 - John Lennon
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts

About me

recent posts

Sponsor

Blog Archive

  • ▼  2017 (12)
    • ▼  June (4)
      • It's A Wrap!
      • Product, Service, System digabung menjadi Product ...
      • Merampingkan Manufaktur
      • Teknik Pitching ala Elevator: Elevator Pitch
    • ►  April (1)
    • ►  March (5)
    • ►  February (2)

Created with by BeautyTemplates| Distributed By Gooyaabi Templates